Postingan

#

Gambar
Tiba-tiba nemu kalimat bagus.

Hati Hati

Hati-hati dengan hati Hati-hati dengan impian Hati-hati dengan pikiran Hati-hati dengan perilaku Hati-hati dengan ucapan Hati-hati dengan tulisan Hati-hati dengan mindset Hati-hati bukan berarti menghalangi, bukan pula untuk menghentikan. Hanya menjaga untuk menghindari adanya yang terluka. Terluka hatinya Terluka impiannua Terluka pikirannya Terluka perilakunya Terluka ucapannya Telruka tulisannya Terluka mindsetnya Terluka batinnya Terluka fisiknya Kalau sudah terluka, mau apa? Diobati tapi selalu terasa sakitnya Ditutupi tapi ada bekasnya Dibiarkan? Diserahkan ke yang lain untuk bertanggung jawab?  Sungguh kasihan. Ketenangan hidupnya terusik.  Ahh sudahlah..

Kurban apa?

Gambar
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H. Mari membunuh sifat2 jahat pada diri sendiri.  Note : Ini mengambil gambar yg dipost oleh temen kuliah. Sepertinya sumbernya dari Penulis Ika Natasha tahun lalu. Cmiiw.

satu langkah

Menjauhlah, hanya selangkah, dari sifat keras kepala dan kemarahan kita. Satu langkah itu lebih berarti daripada sepuluh langkah yang diambil saat segalanya baik-baik saja. Langkah itu akan mengurangi rasa sakit kita. Rasa sakit yang ditimbulkan satu orang bis disembuhkan oleh orang lain. TAPI, sebelum kita pergi mencari seseorang yg baru, pastikan memberikan waktu untuk diri sendiri kembali utuh. Jika tidak, kita hanya akan memanfaatkan orang yang baru kita temui.  

Acceptance is not Approval

Kalimat yang akan dijadikan pegangan.  Masih ada hal penting lainnya yang harus dapat prioritas. #JalaniAja

Perubahan Sikap

Perubahan sikap seseorang itu karena 2 hal.  Pikirannya terbuka atau hatinya terluka.  Tiap rasa itu muncul, selalu berusaha untuk perbanyak istighfar dan solawat.  Jangan sampai urusan kecewa sama manusia berdampak merusak iman. 

Berdamai dengan diri sendiri

Bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri?  Sepertinya perlu memaafkan diri sendiri.  Mengubah rasa sakit menjadi maaf. Meluaskan hati dengan semua pelajaran hidupnya.  Memaafkan diri karena terlalu menyakitinya.  Bisa kah?